Kamis, 13 Oktober 2016

Hongkong oh Hongkong

Haloo..setelah hiatus beberapa bulan dengan janji post Japan Day 3, akhirnya aku kembali. Apakah dengan postingan Japan Day 3?  Jawabannya...belum. Karena sudah lewat beberapa bulan, susah sekali menulis sambil mengingat Day 3 Japan. Mohon maklum yaaaa. Nah, mumpung hasrat menulis sedang muncul, aku mau posting soal Hongkong. Tanggal 29 September sampai 3 Oktober yang lalu kami sekeluarga plus Mr. B plesir ke Hongkong. Rencana ini sudah digarap sejak bulan Mei 2016 yang lalu, tepatnya setelah beli tiket promo Garuda Fair untuk destinasi Hongkong. Kenapa Hongkong? Pertama karena Mama. 31 tahun yang lalu, Mama pernah mengalami trip yang tidak terlupakan jalan-jalan ke sana. sebagai anak yang baik, tentunya pingin lihat orangtua bahagia kaaan?... Kedua, tiketnya paling murah dibandingkan Bangkok (3.5 juta) dan Jepang (4.6 juta). Untuk 2 alasan itu akhirnya dipilihlah Hongkong. Tiket dibeli seharga 2.8 juta round trip dengan Garuda. Pada saat itu beli tiket 4 orang dengan formasi Papa, Mama dan kakak. Sempat goyah sebenarnya mengajak Papa yang tahun ini menginjak 76 tahun. Selain karena fisik yang lemah, beliau juga paling susah tidur kalau jauh dari rumah. Tapi gak mungkin juga ditinggal...nanti sendirian. Akhirnya memantapkan hati mengajak Papa di liburan ini. Di satu bulan sebelum berangkat, sekitar bulan Agustus, kakak mengajak anaknya karena liburnya bertepatan dengan libur semester, akhirnya karena sedang tidak ada promo, tiket dibeli dengan harga normal, dikurangi diskon anak-anak (di bawah 12 tahun) seharga 4.5 juta (wakkksssss) Karena ada anak kecil dan lansia dan mengingat cewek2 butuh window shopping disana, bukan cuma ngasuh, akhirnya diajaklah bala bantuan satu lagi yaitu pacarku now fiancee Mr. B. Dapat tiket harga normal? tentu tidak, kebetulan di bulan yang sama ada Singapore Airlines Fair dimana tiket ke Hongkong dijual dengan harga 3 juta rupiah saja! How I love Travel Fair.... All set, akhirnya tiket untuk 6 orang sudah dibeli lunas. No refund, no exchange...baiklah. 

Langkah selanjutnya adalah menentukan hotel tempat menginap. Sempat mempertimbangkan untuk menyewa airbnb tapi terpaksa harus diurungkan niatnya mengingat peraturan airbnb yang cukup ribet mengenai serah terima kunci, jadwal check in-check out, apalagi cerita horor yang bilang airbnb sebenarnya dilarang di Hongkong (coba gugel2 aja kakaaak)Sayang sekali padahal airbnb itu murah sekali, sekitar 2-3 juta untuk 1 apartemen di lokasi strategis seputaran Causeway Bay dan Wanchai area di Hongkong Island. Karena ada request dari sang Mama untuk tinggal di Hongkong Island, perburuan dimulai...Untuk kamar hotel Hongkong yang kecil-kecil tidak bisa diisi lebih dari 2 orang...pertama karena ukuran kamarnya kecil sekali, kadang dibawah 10m2 dan ranjang ukuran queennya hanya seukuran 120 x 200 m. Banyak hotel yang tidak bisa tambah extra bed karena memang tidak ada space. Kalaupun nambah extra bed, per orang dikenakan harga 750 rb-1 juta rupiah. Not cheap yo!  Untuk 6 orang tamu, harga mati harus 3 kamar...masalahnya adalah harga kamar hotel di Hongkong muahaaal muahalll kakak. Untuk hotel sekelas Holiday Inn Express aja tarifnya sekitar 2.2 juta (di tanggal yang aku mau)...kalo Best Western di bawah 2 juta sedikit tapi hotelnya agak sedikit lama. Aduh bingung...hitung2 untuk nginep di Best Western, 3 kamar selama 4 malam bisa habis 24 juta! aduh...akhirnya dicoretlah hotel-hotel tersebut. Setelah baca bebrapa review, pilihan hotel pun diperluas ke daerah North Point, 2 stasiun MTR  dari Causeway Bay yang juga punya akses tram dan bis Airport. Pilihan jatuh ke Ibis North Point. Dengan harga kamar 1.1 juta dengan breakfast, Ibis North Point jadi solusi masalah akomodasi. Pesan lewat booking.com atau agoda.com saat itu sama saja.

Tiket dan hotel selesai. Untuk pilihan tempat wisata, akhirnya beli di klook.com. Ini termasuk tiket: wifi router, Peak Tram+Sky Terrace+Madam Tussaud dan Ngong Ping Cable Car+Meal. Ringkes banget beli di Klook.com. Bisa beli pake kartu kredit dan tiket tidak usah ditukar-tukar lagi. Strategi milih Klook.com juga terbukti tepat di tragedi Peak Tram yang akan aku share di post berikutnya. 
Eniwei untuk tiket turbojet ke Macau bisa dibeli langsung di Ferry terminal, kartu Octopus untuk transportasi MTR, Bus, Tram juga bisa langsung dibeli di airport (depan airport express platform). Dengan dibelinya tiket-tiket wisata, lumayan matang lah rencana trip ini. Enggak juga!! karena sedang banyak kerjaan dan terlalu menggampangkan pekerjaan "booking2" an, akhirnya semua tiket wisata baru dibeli 1-2 minggu sebelum berangkat. hehehe :) 

Lanjut ke posting selanjutnya ya Day 1 Hongkong 

Senin, 16 Mei 2016

Japan Day 2

Setelah kecapekan di Day 1, keesokan harinya langsung bangun pagi-pagi untuk menuju Universal Studio Japan (USJ). Karena pesan hotel nya tidak termasuk breakfast, akhirnya ngacir ke minimarket untuk beli sarapan yang gak lain dan ga bukan, Onigiri. Onigiri di Jepang kan macem-macem, yang paling aku suka yang nasinya aga kecoklatan dan tengahnya ada telor asin. Harganya sekitar 120 yen kalau ga salah. Perjalanan menuju USJ ditempuh pake kereta lagi. Pas di Osaka station arah ke Nishikujo, peron sudah dipenuhi calon-calon pengunjung USJ dengan segala atributnya. Baiklaaah...sepertinya USJ akan kayak cendol hari ini.

Sesampainya disana benar saja, penuhhhhh banget USJ nya....padahal jam belum menunjukan jam 9, waktu buka USJ. Akhirnya aku pun mengantri di loket pintu masuk. Karena tiket sudah dibeli sejak di Jakarta, aku langsung mengantri di pintu masuk sekitar 30 menit. Akhirnya masuk juga ke USJ.

Welcome to USJ
Lansung lihat peta dan cari mesin express pass untuk ke Wizarding World of Harry Potter. Sampai di mesin express pass, udah penuh orang dan dapat giliran masuk jam 11.45. Jadi bingung yang dapat tiket masuk jam 10 itu ngantri dari mana ya, perasaan masuknya barengan. Setelah lihat-lihat wahana yang bisa dinaikin, pilihan jatuh ke Jaws adventure. Dari depan sih keliatan sepi, ternyata putaran antriannya di dalam...antrian yang dikira cuma 15 menit, mulur sampai 45 menit. Agak deg-deg an juga karena takut kelewat express pass ke Harry Potter-nya yang jam 11.45. Jadi Jaws ini semacam permainan naik perahu bersama-sama menyusuri sungai. Nah di sungai ini ada hiu nya yang bikin kekacauan sampai ada ledakan segala. Bukan permainan uji nyali sih karena mirip banget dengan permainan Jungle River Cruise Disneyland Hongkong. Permainan kurang dari 10 menih. Ahhhh kecewa. Setelah selesai langsung buru-buru ke arah pintu Harry Potter karena jam sudah jam 11.15, ketika mau masuk ternyata tidak boleh. Jadinya harus jam jam 11.45 teng...oke lah mari kita tunggu sambil foto-foto suasana sekitar dan selfie sama pelajar2 jepang...

Ini dandanan "normal" yang ditemui
Masuk di kawasan Harry Potter isinya manusiaaa semua (ya iyalah masa zombiee). Ada yang foto, ada yang antri ada yang makan, ada yang selfie...Jalan aja susah...Mpffff...di kawasan aja rame begini gimana di antrian ride 3D nya?? eng ing eng....antriannya udah...240 menit. Apaaaaa 4 jam??? ogahhh banget. Rrruarrr biasa USJ...hari Jumat aja ngantrinya kayak gini. Daripada bengong, akhirnya antri beli butter beer yang enak itu beserta gelasnya untuk souvenir. Disini semuanya pake antri...foto aja antri...beli minum antri. Lihat-lihat peta lagi untuk lihat ride apa yang bisa dinaiki. Flight of Hippogriff yang kayak maenan anak-anak aja waktu tunggunya 3 jam. Yang ga terlalu penuh itu Ollivanders yaitu toko yang jual wands alias tongkat sihirnya Hogwarts...sebelum masuk tokonya kita disuguhi semacam acara magic trick di ruangan kecil gelap. Sebentar banget sih walaupun show-nya cukup interaktif. dari ruangan itu, pengunjung digiring ke toko tongkat sihir yang bisa dibeli sebagai souvenir. Dari situ sempat mampir juga di Zonko's, toko yang jual jubah-jubah sekolah Hogwarts. cukup satu kata kenapa keluar dari sana tangan kosong. Mahal. 

Ketika mau keluar, eh ada pertunjukan street entertainment yang diakhiri dengan foto bareng. Walaupun jadi tidak lihat apa-apa di Harry Potter area, namun aku cukup hepi foto-foto, inilah resiko pergi di masa liburan sekolah Jepang. Waktunya makan tiba! setelah melihat peta, makanan yang sepertinya cukup terjangkau berada dekat pintu masuk, namanya Mel's drive in. Ini mirip banget sama Mel's drive in di USS, dengan harga yang jauhh lebih mahal tentunya yaitu 1500 Yen an sepaket yang isinya burger, kentang goreng dan coca cola....glek Rp. 180,000 saja. Ketika lagi makan, karnaval sedang berlangsung, jadi lumayan deh makan dengan pemandangan karnaval. Dari sini buru-buru jalan ke wahana Waterworld yang sudah ada jadwalnya 

Ride berikutnya adalah Jurrasic Park. Disini aku antriii lama sekali karena tidak ada express pass ataupun single rider. Namun gak nyesel sih naik Jurassic ini karena memang permainannya seru, sedikit basah dan ngagetin. Dari sini sempat 

Dari sana jalan ke Amazing Adventure of Spiderman area dan langsung kesenengan ketika nemu antrian single rider. Single rider itu antrian khusus bagi kamu yang mau naik wahana sendiri. Kalau kamu berdua, gak terlalu masalah karena antrinya bisa berdua, hanya pada saat naik wahananya aja dipisah. cukup 20 menit saja antri di sini. Ride Spiderman ini cukup menarik dengan suguhan 3D dimana kita seakan akan berayun dari satu gedung ke gedung lainnya. Selesai dari Spiderman, gak lupa foto-foto di kawasan Hollywood yang kece banget. Setelah itu ke area Terminator 2: 3D yang antrinya ga terlalu lama. Dalam permainan ini kita dibawa ke area bioskop, Disini gak cuma nonton aja tapi ada aktor yang berada di panggung lari-lari. Sayangnya semua dialog dalam bahasa Jepang. Jadi cukup roaming. 

Hari sudah cukup gelap ketika aku masuk antrian Back to the Future. sayangnya disini tidak ada single rider line lagi, jadi antri sekitar 1.5 jam. permainan cukup seru namun memang karena filmnya film lama, tampilan layarnya pun tidak jernih dan gambarnya kuno. Tapi cukup oke. Karena sudah lapar dan tidak mau makan lagi di USJ, akhirnya aku keluar tanpa menunggu fireworks show. Sepertinya harus segera kembali ke hotel untuk makan dan istirahat. 

Hari kedua ini ditutup dengan makan ramen di Ichiran Ramen di daerah Umeda. Sebenarnya Ichiran Ramen gak terlalu susah dicari namun karena benar-benar capek akhirnya sempat nyasar dikit. Seperti review orang sebelumnya, Ichiran Ramen ini sangat enak. Benar-benar worth to try deh. Tapi ini non-halal ya...

Yang kiri keran air minum free refill


Lanjut ke hari ke 3 ya...

Rabu, 11 Mei 2016

Japan Day 1

Akhirnya setelah pulang liburan, bisa juga update blog. Sebenarnya pulang dari Jepang dari tanggal 24 Maret. Cuma karena ada beberapa liburan dan kerjaan kantor yang numpuk, akhirnya baru sekarang bisa update. Perasaan pulang dari Jepang itu....capeeeeek saudara-saudara. Setelah ngerasain capek yang gak hilang-hilang walaupun udah istirahat lama, akhirnya aku ngakuin bahwa itinerary kemarin super duper padat. Tapi gak pa pa deh...I'm happy bisa lihat semuaaa. Mulai dari mana ya...oke mulai dari hari keberangkatan ya. 

Hari Kamis tanggal 16 Maret 2016 aku berangkat dari Bandara Soeta untuk menuju Tokyo. Dengan perjalanan 8,5 jam akhirnya tiba juga di Bandara Haneda. Pesawat Garuda yang ditumpangi cukup oke, cuman aku kurang sreg sama makanannya...oh well, ga terlalu penting juga sih karena uda excited pengen sampe. Akhirnya pagi tanggal 17 Maret sampe di Haneda. Langsung ngacir ke konter JAL ABC untuk pick up wifi router yang sudah di-book sebelumnya. Cuma tinggal kasih bukti pemesanan, tanda tangan dan langsung dikasih amplop berisi router. Di dalamnya ada wifi, cable, charger, manual book dan amplop kosong untuk balikin wifi nya nanti di mail box bandara. Inget yah, jangan sampai kececer. Walau pesen yang namanya "standard" wifi nya kenceng banget, batere nya juga sudah keiisi penuh jadi bisa langsung dipakai. Sehabis itu cari-cari konter JR yang katanya ada di seberang pintu masuk Monorail. Sampe disana langsung ditanya JR pass nya mau diaktifin kapan dan dikasih tau masa aktifnya JR Pass dan langsung dikasi booklet JR passnya. Setelah itu kita bisa pesan tiket untuk hari itu saja. Ingat ya, JR office hanya melayani booking tiket hari itu saja. Karena jadwalnya mau ke Osaka, jadi di booking lah Tokyo-Osaka dengan Shinkasen Hikari. 

Perjalanan dimulai dari Haneda naik monorail ke Hamamatsucho trus dari sana naik JR ke Tokyo Station. Semuanya di Station yang sama ya...cuman karena pingin lihat-lihat akhirnya keluar station. Brrrrrr...begitu keluar wajah langsung kerasa ketampar kena angin dingin. Walaupun suhunya dibilang "cuma" 12 derajat, karena angin jadinya terasa lebih dingin. Sebagai bekal beli Onigiri, kopi kaleng dan stik sosis di minimarket...

Perjalanan Tokyo-Osaka memakan waktu hampir 3 jam. Tapi karena excited, jadi tidak terlalu kerasa. Shinkansen sangat nyaman. Ada reclining chair, gantungan jaket dan colokan hp. Koper ditaruh di kompartemen atas (koper ukuran 21) kalau lebih besar bisa ditaruh di koridor (tidak disarankan bawa koper yang besar). Sesampainya di Osaka langsung cepat-cepat cari hotel. Osaka station itu gedeeeee sekali. Even exitnya ada west, south, east, north dll. Sampai ke west pun masih bercabang cabang exitnya. Tips, sebaiknya google jalan persisnya ke hotel yang sudah dipesan. Hotel aku dekat sekali dengan Osaka station dan sudah google cara jalan ke sananya. Itupun masih pake nyasar nyari exit-nya. Dengan jalan kaki sekitar 5 menit, sampai lah di hotel....asikkk. Setelah beres-beres dan bersih-bersih. aku keluar hotel menuju Osaka station lagi untuk cari makan siang...ga bisa dibilang makan siang sih karena sudah jam 4.an. Di Osaka station banyaaaaaak banget resto. Akhirnya setelah mengalami kegalauan dipilihlah resto yang kecil dan harganya tertera di depannya. Makan nasi kari seharga 300 yen yang buanyaak tapi ga aa dagingnya...wkwkwkwk. Setelah tenaga ter-recharge aku naik kereta menuju Osaka Castle di station Osakajokoen. Dari exit station berjalan kaki sekitar 10 menit untuk sampai ke istana nya. Osaka Castle dikelilingi danau/air dan jalanan yang memutar. Sekitar jam 5 disana street performer sedang siap-siap "ngamen" dan banyak yang lagi lari di udara yang cukup dingin. hiiii.....kuat kuat sekali mereka. Seperti yang sudah diduga Osaka Castle nya sudah tutup. Tapi foto-foto di sekitarnya sudah bikin hepi kok. Menjelang jam 6 an aku memutuskan untuk jalan ke arah Umeda yang dapat dicapai dengan berjalan kaki dari Osaka station untuk cari Ichiran Ramen yang terkenal dan beli oleh. Sampai di Umeda area, cari Ichiran Ramen cukup susah karena wifi mati, akhirnya cuma belanja aja disana dan langsung ke Osaka station lagi untuk cari makan malem. Kali ini makan Ramen  yang kuahnya tidak sekental tonkotsu ramen namun cukup enak. 

Semangkok sekitar 700 yen

Setelah makan, langsung balik ke hotel karena besok harus berangkat pagi ke USJ. 

Kamis, 25 Februari 2016

Packing List Jepang

Semua orang suka liburan, tapi bagi cewek, hal yang sangat menyenangkan pada saat liburan adalah playing dress up alias dandan cantik. nah, untuk list outfit yang harus dibawa harus menyesuaikan dengan suhu disana. Aku mau ke Jepang pada tanggal 15-24 Maret, yang merupakan musim semi. Kepengennya sih pas disana bisa lihat bunga sakura yang sedang blooming, cuman kalo dilihat dari jadwal full bloom sakura yang ada di Jadwal Sakura Jepang 2016 jadwalnya di awal April. Yaaaaa beda dikit doang padahal. Tapi ya sudahlah. Oh ya, walaupun jadwal full blooming sakura di kota -kota kayak Tokyo, Osaka dan Kyoto itu di awal April, ada loh daerah yang uda full bloom duluan. Nama daerahnya Kawazu Sakura. Disana sakura berbunga lebih awal. Agak jauh sih dari Kyoto sekitar 2 jam an. Tapi bagi yang bener-bener penasaran, waktu segitu ga masalah kan ya? ...wong Jakarta-Tangerang aja bisa 2 jam #curcol#macetmenyiksaku. 

Back to suhu pas di Jepang, di bawah ini prediksi cuaca via accuweather: Accuweather Tokyo



Kalo dilihat dari prediksi diatas sih kayaknya suhunya gak gitu dingin....cuma ujannya itu lhooo...ngeselin kan kalo jalan jalan terus ujan. Menurut temen yang baru pulang dari sana kemarin, suhunya emang agak dingin, pagi-siang sih cuma 8 derajat tapi kalau malem bisa drop ke minus, Dengan suhu kayak gitu, baju udah 4 lapis dan harus pake sepatu plus kaos kaki tebel. Untuk tanggal pas aku pergi sih karena suhunya masih agak diatas bulan Feb, lapisan baju juga agak berkurang. So far baju dingin yang udah dibeli untuk dibawa ke sana:

1. Jaket parka Zara dengan hoodie dan faux fur di leher. Panjangnya sepaha . Jaketnya agak tebal tapi lumayan hangat, namun tampaknya kurang ampuh kalo ada angin.

2. Jaket kulit H&M. Kalo ini cuma karena aslikkk pengen gaya doang, Secara jaketnya cuma sepinggang dan lapisannya gak tebel. Cuma bisa dipake siang siang pas angin sepoi-sepoi kayaknya. 

3. Cable sweater (1)

4. Wrap scarf tebel (1) buat dililit di badan pas lagi pake baju biasa

5. 1 topi lebar, 1 topi beanie

6. Sneakers (1), Boots (1)

7. Aneka syal, scarf yang gak terlalu tebel.

Untuk outfit yang lain paling baju tangan panjang, sweat shirt sama baju tangan pendek untuk daleman,

Hunting baju2 dingin biasanya di Zara, H&M, Stradivarius and Bershka..apalagi pas bulan des-jan mereka sale gede2an. Tapi kalo uda kelewat salenya bisa ceki2 di factory outlet (yang harganya udah gak kayak factory lagi) contohnya premium outlets (mall ambasador, jalan raya serpong), Rumah Mode (Bandung), SOT sourcing (Bogor). Kalau mau online bisa cek juga di mapemall.com. Itu website MAP group yang uda kesohor itu loh. Pokoknya selama mau nyari, pasti dapet yang miring-miring. 

Happy Hunting!




Rabu, 24 Februari 2016

Beli JR Pass

Setelah mendapatkan visa dan mengurus soal uang selama di Jepang, selanjutnya adalah cara membeli JR Pass. JR Pass itu adalah semacam pass "sakti" yang membuat kita dapat jalan-jalan di Jepang dengan menggunakan jalur kereta api JR (Japan Railway). Karena hampir semua kota-kota utama di Jepang dilalui JR ini, makanya jaringan JR Pass sangat luas. Seperti contoh, trip aku ke Tokyo, Osaka, Kyoto dengan day trip ke Kobe, Gala Yuzawa atau Izu Kawazu, maka JR Pass benar-benar-benar kudu dibeli. JR Pass ini ada yang berjangka waktu 7, 14 dan 21 hari. Untuk 8 hari trip, aku pilih yang 7 hari. Soal harga? fantastissss...bandrolnya 29,110 yen atau setara dengan 3.4 jutaan (pakai kurs tukar yen 120). Bagiku, harganya cukup mahal ya...seingatku sih sama dengan biaya transport ke antara kota Eropa yang aku jabanin di 2013. Namun setelah melihat harga satuan sekali jalan antar kota di Jepang (Shinkansen), harga tiket terusan ini terasa "masuk akal" apalagi selama di Tokyo, Osaka, Kyoto,...JR Pass bisa dipake di dalam kota. Tapi ada catatannya ya: ini "masuk akal" untuk kamu yang berpergian antar kota cukup sering kayak kasus aku diatas. Kalau memang kotanya tidak terlalu jauh dan terlalu banyak, lebih baik beli "eceran" saja. Pertimbangan pake JR Pass ini juga didahului oleh riset harga tiket sekali jalan antar kota di www.hyperdia.com Setelah dihitung-hitung, lebih menguntungkan beli JR Pass. Kalau tidak pake JR Pass, pake apa lagi donk? menurutku tergantung kotanya. Karena yang namanya pass di Jepang itu banyak, ada JR Pass, JR East Pass, JR Seishun, Tobu Nikko Tokyo Wide Pass itu semua kalo ke beberapa kota di Jepang ya. Kalo misalnya hanya di satu kota misalkan Tokyo atau Kyoto saja, lebih baik beli tiket terusan harian seperti 1 day Tokyo Subway, Tokyo Metro open ticket, Raku Buss Pass Kyoto dll. Kalau memang mau hemat, lebih baik dari itinerary dicek harga tiket kereta ke tempat-tempat tersebut apakah "balik modal" dengan beli pass atau lebih untung beli eceran. 

Untuk JR Pass, ada beberapa pilihan tempat pembelian. Biasanya sangat direkomendasikan beli di travel agent spesialis Jepang seperti H.I.S Travel atau Jalan Tour. Mesti jeli juga lihat promosi di travel-travel agent tersebut. contohnya, pas jalan jalan di AEON Mall sempat mampir ke H.I.S Travel. Disana ada tulisan promo JR Pass beli 2 gratis sewa wifi portabel 4 hari. Karena tempat kerjaku dekat dengan H.I.S travel Sudirman, cuek aja dengan promo di AEON dan lebih milih ke Sudirman, eh ternyata promo cuma ada di AEON sana....aduh, untung baru telpon. Nah karena pada saat mau beli JR Pass, Yen lagi naik, alhasil JR Pass nya jadi mahal, waktu itu mereka menghargainya Rp. 3,493,200 dikali 2 orang jadi Rp. 6,986,400...waks cukup mahal. Karena itu akhirnya rencana beli tiket di pending dulu sampai nilai Yen membaik. Eh pas iseng-iseng browsing ketemu www.bobobobo.com, website voucher and online shop yang lagi ada promo JR Pass 7 hari jadi Rp. 3,050,000. Pas lihat langsung ngiler karena bisa menghemat sampai 900 ribu untuk dua tiket. Tapi kok agak takut yah beli online dengan harga segitu. Akhinya browsing dulu deh tentang si bobo ini, ternyata nama mereka cukup bagus, dan untuk urusan travel, mereka cukup oke karena konon si owner adalah anak salah satu pemilik travel agent terkemuka..ohhh pantes promo travelnya banyaaak. Yasud cussss lah beli. Caranya: daftar di website mereka, beli (add cart), transfer via ATM/bayar di website pake kartu kredit. Setelah pembayaran dikonfirmasi akan ada email dari mereka untuk menginfokan tanggal perjalanan dan memberikan scan visa dan passport halaman 1. Katanya sih dalam 3 hari bisa langsung diambil di kantor mereka di Menteng. lagi nunggu infonya juga nih! (deg2an). Bagi yang lagi nyari, promonya dari sekarang sampai tanggal keberangkatan 24 Maret 2016. ini linknya http://www.bobobobo.com/id/treat/travel/international/japan/7-day-japan-rail-pass






Senin, 22 Februari 2016

Bawa Uang Berapa ke Jepang?

Untuk post kali ini menggunakan Bahasa Indonesia saja karena yang menukar IDR ke Yen cuma orang kita saja. Setelah semua urusan tiket, visa dan itinerari selesai, berikutnya adalah urusan tukar menukar Yen. Pada dasarnya untuk biaya trip Jepang saya dibagi ke 2 bagian. 


1. Bagian yang dibayar di Indonesia
bagian ini meliputi tiket, JR Pass (cash IDR), Hotel (kartu kredit), portable wifi (kartu kredit) dan tiket masuk Disney atau Universal Study Osaka (Cash). Untuk JR Pass memang harus beli di Indonesia sedangkan untuk tiket masuk Disney atau Universal Studio Osaka karena masa berlaku tiket masuk kalo beli di travel agent sekitar 9-12 bulan. Jadi kalau memang sudah beli tiket namun karena satu atau lain hal ada hal yang menghalangi seperti cuaca tidak mendukung etc., bisa dijual lagi (aduh semoga jadi ya!! Godspeed)

2. Bagian yang dibayar di Jepang
Bagian ini termasuk beli kartu transportasi Suica/Pasmo (untuk hari terakhir di Jepang), Osaka one day pass, Kyoto bus pass, fee ke tempat-tempat wisata dan makan. Untuk trip saya, bagian ini sekitar 5.5 jutaan untuk berdua. Tapi jumlah ini belum termasuk untuk belanja ya...belanja tentu lain posnya (tergantung kesadaran tingkat kekalapan). 

Nah untuk bagian yang ke 2 ini, berarti harus menukar sejumlah uang IDR ke Yen. Ternyata sodara sodara, Yen itu pada saat saya mau beli sekitar bulan Februari 2016, sangat langka yaaa. Jadi bisa tuker yen secara nyicil. Biasanya yang ditukar dalam bentuk 10,000 Yen. Pada akhir Januari 2016, nilai tukar kurangnya 1 Yen= IDR 113.80, eh lama2 naik terus sampai ter mahal 1 Yen=IDR 121. Bedanya lumayan lohhhhh..#pelit#uangnyabisabelikitkat#hematpangkalkaya
patokan kurs biasanya dilihat dulu di www.VIP.co,id, biasanya money changer lain lebih mahal sekitar 9 poin. Mesti pinter-pinter and rajin liat kurs valuta asing...demi menghemat beberapa Rupiah. So far, Money Changer yang harganya sangat bersaing dengan VIP adalah Valuta Arta Mas di Mall ITC Kuningan lantai 1, ini bukan Money Changer saya ya dan ga kenal juga sama yang punya. Entah kenapa disana pasti nilainya bagus....kalau memang lokasi kejangkau bisa dicek ke sana. Kenapa ga beli di VIP money changer secara dia paling murah ? Pertama lokasinya jauh (di Menteng) and yang kedua antrinya kayak antri beras makkkk...bersaing ama mas-mas money changer lain :(

Happy Yen Hunting!


Photo credit to: 2,bp.blogspot.com

Kamis, 11 Februari 2016

Journey to Japan: Itinerary

People always said I'm a well organized traveler, those people are being nice. The truth is I don't like to get lost, I don't like not knowing things and I hate finding address and I also hate hate hate asking strangers for help. I'm a worrier. I worried to much. The slogan "Lets get lost" doesn't get to me. That's why for every trip I always have detailed itinerary. I must find out when, where, how and every detail of an activity. Not many people get it. But those who get my style, usually find myself "useful". I'm the one who sourced them the cheapest ticket, where to go and the budget. My itinerary is 88% accurate (well, most of the time). Truthfully preparing Japan itinerary is hard. Not because of less resources, ooh I found many blogs online and there are many website for every Japan destination such as Japan-guide.com, Tripadvisor.com and Jalan2forum.com. So whats wrong then? There are too many freakin things to do, to taste, to see...etc. Its all very overwhelming. Ideally you must try all, but since all I have is limited time, I need to choose and it's really hard. below is the sample of what my itinerary look like. It's still a work in progress cos I usually add which exit to go and the building landmark of every destination. 


If you want to be detailed in making your itinerary, here's what you need to do:

1. Determine the cities you want to go. i. e,: Tokyo, Kyoto, Osaka 
2. Determine the places of interest (you might want to check the cost for your budget): Amusement parks, temples, parks, malls, museum  
3. Spread those places of interest in your visiting days. Try to group nearby places of interest in 1 day. Check other people blogs on their trip to see if those places of interest are nearby, or you can read maps. I checked both. 
4, Check the transportation method and duration of travel via hyperdia.com. 
5. Check other alternative transportation method via google. i.e: if hyperdia suggest you to take trains while you want to take the bus, just google and everything is there. 

It looked kinda complicated if you are really laid back person. But its actually not. I enjoyed the process of making itineraries and I love preparing budget. 

Let me know if any of you wants the full itinerary and budget breakdown, I can email it to you. 


Senin, 08 Februari 2016

Journey to Japan: Visa Application and Itinerary

After the ticket arrived safely in my hands, next process is to prepare my visa application. The requirement according to Japan Embassy Website (http://www.id.emb-japan.go.jp/visa_7.html)

1. Passport (original)
2. Application Form with recent photo. photo is 4.5 cm x 4.5 cm, taken within 6 months, without background, no edit). Application form can be downloaded from the link above 
3. ID copy. since my ID is under renewal process, I just copy the ID and the letter from the municipal office. 
4. Copy of ticket reservation (in and out)
5. Itinerary Form. The Form can be downloaded from the website.     Make sure you have filled in the complete address of the     hotel/other place to stay with contact details 
6. If you are travelling with your family, bring supporting document to show the relationship. those documents include: family card   (Kartu Keluarga), birth certificate (akta lahir). Since I dont       travel with family, I just attached my family card just in case (not mandatory). 
7. All document related to the travelling fund. in my case I     enclosed 

  • Bank Reference with account details (last 3 months). My account is in BCA and CIMB Niaga. I came to the nearest 2 banks and request for the above. However since the Bank I visited are not the Banks where my account originally came, they need extra 1 day to process. Total process time: approx. 3 days. Bring your ID and Bank card when applying. Bank reference cost: IDR 50,000/reference. Account details : Rp. 2,500/page (as at Jan 2016)
  • Reference letter from my workplace, stating my name, ID number/passport number informing that I'm the employee of the company and has been granted x amount of leave to visit Japan. This requirement is not stated in the website, but this is quite important I believe. If you are not an employee, no need to enclosed this letter. 
All the above is prepared in order (1-7). 

For me the hardest part is number 5 (itinerary form)and number 7 (financial details). For number 7 (financial details) before I can have my reference letter, I need to apply leaves to my boss and wait until I have his approval, then go to HR and wait for additional requirement from HR. Phiuh...what a long process. for itinerary, I need to determine which cities I want to visit and the hotels on every cities. Man... I need a long time to do this... There are so many places I want to go: Kobe, Kawasaki, Takayama, Kanazawa, Kawazu, Karuizawa. Sadly I can only choose a few and mostly main cities such as : Tokyo, Kyoto, Osaka and Yuzawa (day trip for ski). For hotels, I checked the list of hotels based on tripadvisor, narrowed it based on location and budget. 

Tips to choose the hotel:
1. Check tripadvisor.com on the rank of the hotel 
2. Check the location via googlemaps. I usually pick hotel with proximity to MRT stations/subway with maximum distance of 600 m from the MRT. Usually 600 m takes less than 10 mins and that's my tolerance for walking to hotel. With tripadvisor I also check which website have the cheapest offer. It can be booking.com, agoda.com, expedia.com etc 
3. Budget chain hotels in Japan are: Daiwa Roynet, Sunroute, Hearton, Tokyu Stay, Mystays, Wings Hotel, and many more. On the month of March (Sakura season), approximate hotel price per nite for 2 for those hotels are around 1.6 million-2.5 million. This is stay only, no breakfast and extra bed for kids etc. 
3. Before booking I check the cancellation policy. I chose the free cancellation because I dont whether my visa will be granted that time. 
4. Check Japanican.com for hotel that is not listed on other website. They sometime have offer as well. 

Alternative place to stays 
1. Check airbnb.com. check the one with free portable wifi during your stay. 
2. Check hostel. In Tokyo, hostel are located relatively "far" from the city. Since I chose hotels within the Yamanote line, hostels are no option for me. But do check hostel in Kyoto and Osaka they have the best hostel located in the city. 
3. Ryokan are expensive. But for some people it worth the price. Check Japanican.com
4. Capsules Hotel are quite pricey compare to hostel. Staying there is quite an experience. They separate capsules for men and women and they also separate the luggage storage. So its quite far to access your stuffs from your capsules and I cant even imagine when I shopped and need to pack my stuff in the luggage every day. quite inconvenient for me. Light traveler, non claustrophobic are definitely welcome.
4. Love Hotels are amazing. They are cheap, located "in the city" and flooded with amenities. But, they cant be booked months before. You just need to show up at the building and check the availability. I'd recommend for you to book a cheap hostel/hotel and then show up at Love Hotels few days before the "day" to check if they can be booked days before and immediately cancels your prior reservation. 


Next story continues...(Itinerary)

Kamis, 04 Februari 2016

Cheap Ticket to Japan

People always say to me "You have to go to Japan, its fabulous"...all the time. I don't get it, to me Japan is expensive..it is overrated. Though I'm a traveler, I've never liked expensive places. I'm a savvy traveler. Japan is always seemed expensive and boring and I just cant see why I have to go there. Until one day I read about Garuda travel fair on website, which offers cheap(er) tickets to most wanted destination. At first I wanted to go to Bangkok (for the hundreth of time) or Hongkong (with my folks), but I took a look at Japan fare (Tokyo)...geez IDR 6.6 million (equals to USD 470), it seemed like a steal. I was lured to look at that fare once again and compare to Hongkong fare IDR 5.5 (USD 392).I finally  decided to buy Japan ticket once i saw that they have availability in middle March, and what do your know, end of March is Sakura season! by the end of my trip there is hope that I might catch the sight of the iconic flower. Though the ticket is purchased in Garuda Travel Fair, I can book it over the phone through Smailing Tour. Its a couple thousand more expensive than book on the travel fair in Senayan, but considering the time and energy, I chose to book through Smailing tour. After the ticket is done, I started to browsed around on the cities I wanted to visit. My picks was Tokyo, Osaka and Kyoto. I wish I can pick more cities but with only 8 days of trip, more cities means more time consumed to travel. Since this is also my first time to Japan, i wanted to enjoy those 3 lovely cities that I kept hearing from everybody. Here we go!

Tips on sourcing cheap ticket to Japan:

  • Mark your calendar on every major travel fair : Garuda Travel Fair usually held on May and September. Singapore Airlines Travel Fair on September. 
  • Keep an eye on Japan ticket promotion by these airlines: Air Asia, Japan Airlines and ANA Airlines (via HIS travel and Jalan Tour) 
  • Compare ticket price via www.skyscanner.com, its a free website that allows you to compare the fare of several airlines
  • Prepare the date. Every year round is a great time to visit Japan (thats what read), however do avoid golden week holiday that falls on end April or early May and summer time on June -July(too hot!). Popular times are: end March-April (sakura season), November (fall season) and December (winter season). So pick wisely. Popular dates causes the increment of travel cost component such as hotel and transportation cost.